http://www.consistel.com/Images/Indonesia_banner.jpg
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan

Opini ANDA: Ini Cara Menentukan Harga E-Book

Judul*: Ini Cara Menentukan Harga E-Book

Materi *: E-book yang akan kita jual tentu harus memiliki harga sebagai
patokan, berapa sebenarnya harga yang pantas untuk e-book yang kita buat,
tentu kita harus melakukan analisa. Memang harganya berbeda dengan buku
cetak, bahkan bisa jadi harga e-book lebih mahal dari harga buku cetak.
Berikut ini beberapa pertimbangan yang bisa Anda lakukan sebelum menentukan
harga e-book:
Jumlah halaman

Jumlah halaman sebenarnya bisa juga digunakan untuk menentukan harga e-book
yang dibuat, untuk jumlah halaman yang banyak tentu harganya akan berbeda
dengan yang jumlahnya sedikit. Misalnya satu halaman e-book dihargai 500
rupiah, maka jika terdapat 100 halaman akan dijual sebesar 50.000 rupiah.
Namun hal tersebut bukanlah harga mutlak, Anda bisa menentukannya sendiri.
Hal yang perlu Anda pertimbangkan juga kualitas dari e-book yang Anda buat,
sebenarnya hal ini adalah hal penting yang perlu Anda ketahui.
Biaya yang dikeluarkan pada saat membuat e-book

Selain itu Anda juga dapat memperhitungkan biaya keseluruhan selama
pembuatan e-book misalnya meliputi biaya akses internet, listrik, makan, dan
masih banyak lagi. Hitung juga berapa lama proses pembuatan e-book yang
dibuat.
Melihat pesaing

Sebelumnya Anda harus melakukan survei pasar terlebih dahulu, silakan cek
apakah ada e-book sejenis yang memiliki tema hampir sama dengan e-book yang
Anda buat itu, silakan cek juga berapa harganya. Jika harganya lebih mahal,
maka Anda bisa menurunkan harga e-book Anda. Hal ini dilakukan selain agar
e-book Anda bisa bersaing, tentunya juga agar ada perbedaan harga. Tetapi
jika e-book yang Anda buat belum banyak tersedia atau bahkan tidak ada,
harga yang tinggi tentu bisa dilakukan sebab tidak adanya pesaing. Namun
jangan terlalu mahal juga, sebab nantinya akan membuat pembeli e-book enggan
untuk membelinya.
Melihat e-book orang lain

Jika ada e-book hasil karya orang lain yang memiliki kriteria tema, jumlah
halaman, dan cover yang hampir mirip maka Anda mungkin bisa menentukan harga
yang sama, bahkan bisa menentukan harga lebih mahal atau murah.
Apakah menggunakan kemasan atau tidak?

Anda juga harus memikirkan apakah e-book yang akan dijual itu, dikemas juga
dalam bentuk CD. Untuk itu, Anda harus memikirkan berapa biaya untuk membeli
CD, tempat CD, dan labelnya. Harganya tentu akan berbeda dengan e-book yang
dijual langsung dengan cara diunduh dari internet.

Diambil dari buku Berbisnis E-book di Kala Krisis
Penulis: MataMaya Studio
Penerbit: Elex Media Komputindo

Penulis*: Yoevestian

Kajian*: Lain-lain

Unggah Foto*: eBook-Price.jpg

Star Rating: 3

_________________________________________________________:

Powered by EmailMeForm http://www.emailmeform.com/

Artikel ANDA: 4 Kesalahan Penyebab Orang jadi Miskin

Judul*: 4 Kesalahan Penyebab Orang jadi Miskin

Materi *: Takdir memang tidak pernah lepas dari kehidupan kita sehari-hari.Apapun yang kita kerjakan senantiasa dilingkari oleh campur tangan takdir.Konteks religi mengajarkan pada manusia, bahwa kehendak Tuhan (takdir) tidakbisa dan tidak akan bisa dirubah dengan kondisi dan atas cara apapun. Jika takdir Tuhan berkata merah, maka selamanya akan tetap merah.

Jika takdir itu tidak bisa dirubah, lalu untuk apa kita berusaha, toh kita tidak akan pernah bisa melawan takdir. Konteks takdir dan nasib itu berbeda. Nasib adalah sebuah kondisi yang menggambarkan situasi seseorang pada saat itu, dan nasib bisa dirubah. Siapa yang bisa merubah nasib? Jawabannya, tentu saja Tuhan, namun Tuhan merubah nasib seseorang berdasarkan prilaku dan usaha yang bersangkutan.

Jika Anda ingin Tuhan bersedia untuk merubah nasib Anda, maka jadilah pribadi yang banyak berdo'a, giat berusaha, dan juga mau berbenah, karena itu adalah cara untuk memohon kepada Tuhan agar nasib Anda bisa lebih baik lagi. "Tuhan tidak akan pernah merubah nasib seseorang, jika orang tersebut enggan melakukan yang terbaik untuk dirinya".

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi sedikit wawasan sosial kepada sahabat pembaca, 4 kesalahan penyebab orang menjadi miskin. Berikut 4 hal yang jika dapat dihindari niscaya nasib seseorang akan menjadi lebih baik, dan  terhindar dari status sosial sebagai orang yang miskin.

1. Malas
Sifat malas merupakan satu dari kesekian hal terburuk dalam diri manusia. Menyimpan sifat malas tanpa ada niatan untuk berubah sama saja dengan Anda meniti kehidupan tanpa arah, dan memiliki wacana masa depan yang sangat suram.

2. Bodoh
Tidak ada satu pun orang sukses atau orang kaya yang notabene orang bodoh. Meskipun Bill Gates drop out dari kuliah, namun beliau bukanlah orang bodoh, dan berkat kecerdasannya pria enerjik sukses menjadi salah satu orang terkaya didunia selama beberapa tahun, bahkan hingga saat ini.

3. Takut
Membiarkan diri Anda terbelenggu rasa takut yang diluar batas hanya akan menutup setiap kesempatan yang Anda miliki. Mestinya Anda berani merealisasikan setiap ide yang ada dalam pikiran Anda, dan jangan takut
untuk mencoba sesuatu yang baru.

4. Pasrah
Pasrah terhadap kondisi adalah bagian dari sifat terburuk dalam diri manusia, dan Tuhan tidak suka dengan orang yang hanya menggantungkan diri pada keadaan. Jika ingin mendapatkan yang lebih baik, maka kita harus melakukan yang terbaik (sesuai kapasitas kita).

Terlepas dari campur tangan takdir, bagaimanapun juga sebuah kondisi yang sangat sulit menurut Anda tetap akan menjadi lebih baik ketika Anda sudah melakukan yang terbaik sesuai dengan kemampuan yang Anda miliki.

Seburuk apapun kondisi seseorang, hidup itu tidak bisa disikapi dengan sudut pandang negatif. Jalan hidup manusia memang tidak pernah sama, namun manusia dibekali dengan akal, dan logika adalah modal terpenting yang kita miliki  untuk menuju kehidupan yang lebih baik dengan tahapan/rintangan yang tidak
pernah sama antara satu sama lain.

Demikian, semoga artikel 4 kesalahan penyebab orang menjadi miskin ini berguna dan bisa memberikan tambahan energi positif bagi sahabat pembaca untuk terus menata kehidupan agar kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi dengan izin yang maha Kuasa.


Penulis*: Agus

Kajian*: Sosial

Unggah Foto*: kegagalan.png

Powered by EmailMeForm http://www.emailmeform.com/

Artikel ANDA: YAKIN ADA YANG LEBIH BAIK

Judul*: YAKIN ADA YANG LEBIH BAIK

Materi *: Sudah lama saya merasakan ketidaknyamanan bekerja di kantor lama saya, hingga suatu hari Allah menakdirkan saya untuk bisa pindah ke tempat kerja baru. Ketidaknyamanan yang berujung alasan: mencari pekerjaan yang lebih baik. Kriteria baik saya saat itu cukup simple, bisa dihargai hasil kerja saya dan mencoba suatu bidang yang belum pernah sekalipun saya tekuni. Tapi apakah "lebih baik" itu menyangkut segala aspek? Lingkungan pekerjaan, rekan kerja, gaji, lokasi kerja dan sebagainya. Sepertinya tidak. Bisa jadi di tempat kerja saya sebelumnya, lokasinya sangat dekat dari rumah. Hanya saja ada beberapa faktor intern yang menyebabkan kita belum bisa menikmati pekerjaan yang bahkan sudah bertahun-tahun ditekuni. 

Kemudian, jika kita dapati lingkungan pekerjaan yang baik, rekan kerja yang hangat tapi dengan gaji yang kecil. Apakah itu bisa menjadi alasan untuk mencari yang lebih baik? Bisa jadi. Jika memang uang adalah tujuan kita bekerja. Gaji sudah cukup besar, lingkungan pekerjaan mendukung tapi rekan kerja tidak bisa memenuhi kebutuhan kita akan petemanan, seperti cenderung bersikap ngeboss dan tidak bisa di ajak kerja sama dalam satu tim. Jika ketidaknyamanan sudah mencapai titik maksimal, bisa saja kita pindah bekerja
dengan harapan akan menemukan yang lebih baik dari sebelumnya.

Penulis*: Lea Elfara

Email*: bangzuhrie@yahoo.com

Unggah Foto: Lanscap (1).JPG

Powered by EmailMeForm http://www.emailmeform.com/

Artikel Anda: Klakson dan Kita

Judul*:Klakson dan Kita
Materi *:Sudah lama saya merasakan ketidaknyamanan bekerja di kantor lama saya, hingga suatu hari Allah menakdirkan saya untuk bisa pindah ke tempat kerja baru. Ketidaknyamanan yang berujung alasan: mencari pekerjaan yang lebih baik. Kriteria baik saya saat itu cukup simple, bisa dihargai hasil kerja saya dan mencoba suatu bidang yang belum pernah sekalipun saya tekuni.
Tapi apakah "lebih baik" itu menyangkut segala aspek? Lingkungan pekerjaan, rekan kerja, gaji, lokasi kerja dan sebagainya. Sepertinya tidak. Bisa jadi di tempat kerja saya sebelumnya, lokasinya sangat dekat dari rumah. Hanya saja ada beberapa faktor intern yang menyebabkan kita belum bisa menikmati pekerjaan yang bahkan sudah bertahun-tahun ditekuni.
Kemudian, jika kita dapati lingkungan pekerjaan yang baik, rekan kerja yang hangat tapi dengan gaji yang kecil. Apakah itu bisa menjadi alasan untuk mencari yang lebih baik? Bisa jadi. Jika memang uang adalah tujuan kita bekerja.
Gaji sudah cukup besar, lingkungan pekerjaan mendukung tapi rekan kerja tidak bisa memenuhi kebutuhan kita akan petemanan, seperti cenderung bersikap ngeboss dan tidak bisa di ajak kerja sama dalam satu tim. Jika ketidaknyamanan sudah mencapai titik maksimal, bisa saja kita pindah bekerja dengan harapan akan menemukan yang lebih baik dari sebelumnya.
Penulis*:Lea Elfara
File Upload:Lanscap (1).JPG
Powered by EmailMeForm



http://www.emailmeform.com/builder/form/8bbGKdfc8T
 

Kajian 1

Kajian 2

Copyright © 2013. OBROLAN ANAK NEGERI - All Rights Reserved
Design by Gusti Putu Adnyana Powered by idblogsite.com